
Pebisnis internet pasti paham bahwa 2001 adalah tahun kelam Dotcom. Saat itu memang sebagian besar Dotcom yang menghiasi pentas bisnis tiga tahun sebelumnya dan menjadi primadona investasi dunia, tiba-tiba rontok, bertumbangan dan mati. Dotcom Boom berubah menjadi Dotcom Crash atau Dotcom Doom. Banyak yang menangis, terutama para investor. Salah satu korbannya adalah AllAdvantage.com, sebelum “lahir kembalinya” AGLOCO. Apakah kehancuran dotcomers lama dan lahirnya jenis dotcomers baru menandai lahirnya generasi baru web?
Tren penggunaan
Jika Web 1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web 2.0 adalah dunianya user. Karena itulah, user bisa membuat konten, yang menghasilkan istilah user generated content. Majalah Information Week memberi definisi yang mengena. Web 2.0 is all the Web sites out there that get their value from the actions of users. Aksi user yang seperti apa? Ini beberapa contohnya:
- Wikipedia, ensiklopedia yang ditulis dan di-edit oleh users.
- Flickr, situs dimana user bisa mengirim dan membagi gambar.
- Rapidshare, tempatnya berbagi file (upload dan download).
- cBox, ruang chat yang bisa ditempatkan web, mirip dengan mIRC.
- YouTube, situs untuk sharing video online.
- Fupei, memungkinkan MP3 online dipasang dan didengarkan di halaman web.
- Blogger, tanpa bersusah payah mendalami tetek bengek pemrograman, membuat pengguna dapat menuangkan tulisan pribadinya.
- Technocrati, mesin pencari blog yang meranking blog berdasarkan seberapa banyak link sebuah blog ke blog lain.
Dan juga era orang memamerkan hasil karyanya baik berupa tulisan di blog, podcast, atau video (YouTube/Google Video). Yang satu ini (Youtube), kenapa Google mau beli Youtube US $ 1,6 Milyar. Karena tahu akan prospek generasi web selanjutnya, dan generasi iklan multimedia via video online. Mungkin nanti Anda akan melihat iklan sebagai intro sebelum Video Play, siapa tahu ada iklannya Mbah Maridjan di YouTube! Roso..roso..!!! :-)Bagaimana dengan AGLOCO? Lahirnya kembali era “Get Paid to Surf the Web” dengan mengusung desktop aplikasi berupa Viewbar, memungkinkan pengguna memperoleh bagian pendapatan iklan yang dilihat langsung di desktop. Intinya para pengiklan membayar kepada AGLOCO, lalu iklan ditampilkan, yang lihat iklan dibayar! Simple bukan?! Semakin banyak Anggota, makin banyak pula pendapatan yang akan AGLOCO dapatkan. Bukan itu saja, suatu saat Viewbar berencana akan ditambahkan: proteksi privasi, anti-spyware, proteksi terhadap phising, IM (Instant Messenger) dan voice communications antar anggota, RSS Feeds, broadcast communication, tips-tips keanggotaan dan fungsi-fungsi yang lain.
Jadi kuncinya adalah keterlibatan user. Saya sendiri melihat, bahwa semua itu bisa terjadi jika user terbodoh bisa melakukan aksi di Internet, bukan hanya membaca halaman-halaman web. Aksi user hanya bisa terjadi jika semuanya mudah. Mau komentar mudah. Mau bikin blog mudah. Mau lihat video atau dengerin musik mudah. Mau jadi member dan menambah teman di Friendster mudah. Anda tidak perlu paham programming atau web desain untuk melakukan itu semua. Anda bisa beraksi dan berbuat sesuatu di Internet, meski Anda tak memiliki pemahaman teknis. Jika Web 1.0 adalah mengenai diri kita sendiri, maka Web 2.0 adalah mengenai saling interaksi antara diri kita sendiri dan orang lain. Dan jika Web 1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web 2.0 adalah dunianya user. Karena itulah, user bisa membuat konten, yang menghasilkan istilah user generated content.
Memang, Web 2.0 juga tidak melulu hanya soal kemampuan user berinteraksi, namun juga kemampuan aplikasi web yang saling berinteraksi dan berintegrasi. Makanya muncul pula terminologi mash-up tentang integrasi antar aplikasi web. Tak heran kemudian, Web 2.0 juga mulai diadopsi oleh aplikasi enterprise, tidak semata hanya oleh portal-portal komunitas B2C atau C2C saja, namun juga B2B seperti yang dilakukan oleh Salesforce.com dengan Appexchange-nya, atau kolaborasi BEA WebLogic dengan Google. Namun apapun, semua definisi akan bermuara pada hal yang sama tentang web sebagai platform, untuk menjalankan berbagai aplikasi, yang content-nya dinamis karena dikendalikan oleh user (manusia atau aplikasi lain).
Sederhananya: Web generasi kedua adalah “Dari Pengguna, Oleh Pengguna dan Untuk Pengguna!” Tidak jauh berbeda dengan AGLOCO.
Bagaimana dengan konsep web 3.0 yang terlebih dahulu telah direncanakan dengan AI (Artificial Intellegence/Kecerdasan Buatan) Web? Kita tunggu saja…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar