Rabu, 14 November 2007

AGLOCO Di Era Web Generasi Kedua.


Pebisnis internet pasti paham bahwa 2001 adalah tahun kelam Dotcom. Saat itu memang sebagian besar Dotcom yang menghiasi pentas bisnis tiga tahun sebelumnya dan menjadi primadona investasi dunia, tiba-tiba rontok, bertumbangan dan mati. Dotcom Boom berubah menjadi Dotcom Crash atau Dotcom Doom. Banyak yang menangis, terutama para investor. Salah satu korbannya adalah AllAdvantage.com, sebelum “lahir kembalinya” AGLOCO. Apakah kehancuran dotcomers lama dan lahirnya jenis dotcomers baru menandai lahirnya generasi baru web?

Dalam pengaplikasian web HTML tidak mungkin sendiri dalam membuat suatu desain yang benar-benar bagus. Oleh karena itu HTML selalu ditemani oleh CSS (Cascading Style Sheet) untuk mempercantik desain, JavaScript untuk membuat tampilan yang dinamis, dan XML (eXtensible Markup Language) yang digunakan untuk mendefinisikan format data. Teknologi penggabungan dari JavaScript dan XML saat ini yang marak disebut dengan AJAX (Asynchorous JavaScript And XML) yang menekankan pada pengelolaan konten dalam website. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX.

Tren penggunaan Ajax merupakan kewajiban bagi website generasi mendatang. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Dalam perkembangannya Web 2.0 diaplikasikan sebagai bentuk penyajian halaman web yang bersifat sebagai program desktop pada umumnya seperti Windows. Fungsi-fungsi pada penerapannya sudah bersifat seperti desktop, seperti drag and drop, auto-complete, serta fungsi lainnya. Aplikasi Web 2.0 disajikan secara penuh dalam suatu web browser tanpa membutuhkan teknologi perangkat yang canggih dari sisi user. Tidak mengherankan bila suatu aplikasi (software) dapat diakses secara online tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu. Software tersebut misalnya software pengolah kata (seperti MS Word) atau software pengolah angka (seperti MS Excel). Implementasi dari teknologi Web 2.0 dapat dilihat pada aplikasi spreadsheet pada Google yang merupakan aplikasi untuk operasi mengolah angka seperti MS Excel. Aplikasi ini dapat dilihat pada http://spreadsheets.google.com/, tentunya aplikasi tersebut membutuhkan suatu akun Google untuk memasukinya. Tampilan Yahoo Mail yang baru mirip Microsoft Outlook. Anda dapat melakukan drag and drop untuk menghapus sebuah e-mail. Tentu saja Yahoo menggunakan Ajax.

Jika Web 1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web 2.0 adalah dunianya user. Karena itulah, user bisa membuat konten, yang menghasilkan istilah user generated content. Majalah Information Week memberi definisi yang mengena. Web 2.0 is all the Web sites out there that get their value from the actions of users.

Aksi user yang seperti apa? Ini beberapa contohnya:
- Wikipedia, ensiklopedia yang ditulis dan di-edit oleh users.
- Flickr, situs dimana user bisa mengirim dan membagi gambar.

- Rapidshare, tempatnya berbagi file (upload dan download).

- cBox, ruang chat yang bisa ditempatkan web, mirip dengan mIRC.

- YouTube, situs untuk sharing video online.

- Fupei, memungkinkan MP3 online dipasang dan didengarkan di halaman web.

- Blogger, tanpa bersusah payah mendalami tetek bengek pemrograman, membuat pengguna dapat menuangkan tulisan pribadinya.

- Technocrati, mesin pencari blog yang meranking blog berdasarkan seberapa banyak link sebuah blog ke blog lain.

Dan sekarang user cenderung memilih konten yang diinginkan, misal di situs jaringan sosial (Friendster atau Myspace), kita bisa memilih teman atau memilih template (tema) yang kita suka dan menggantinya kalau kita bosan, terus era syndication (RSS), kita bisa membaca berita terbaru bahkan tanpa membuka situsnya sekalipun, menggunakan RSS Reader yang bertebaran jumlahnya, baik desktop aplikasi maupun web based. Blog pun dapat dimanfaatkan sebagai RSS Reader dengan Feedburner. Dan lagi, Sosial Bookmarking seperti Furl, Del.icio.us & Digg. Dan di MyLot, Anda bisa berdiskusi dengan para pengguna di seluruh dunia, dibayar lagi! Dengan Google AdSense Anda bisa mendapatkan uang hanya dengan memasang iklan di website atau blog Anda.

Dan juga era orang memamerkan hasil karyanya baik berupa tulisan di blog, podcast, atau video (YouTube/Google Video). Yang satu ini (Youtube), kenapa Google mau beli Youtube US $ 1,6 Milyar. Karena tahu akan prospek generasi web selanjutnya, dan generasi iklan multimedia via video online. Mungkin nanti Anda akan melihat iklan sebagai intro sebelum Video Play, siapa tahu ada iklannya Mbah Maridjan di YouTube! Roso..roso..!!! :-)

Bagaimana dengan AGLOCO? Lahirnya kembali era “Get Paid to Surf the Web” dengan mengusung desktop aplikasi berupa Viewbar, memungkinkan pengguna memperoleh bagian pendapatan iklan yang dilihat langsung di desktop. Intinya para pengiklan membayar kepada AGLOCO, lalu iklan ditampilkan, yang lihat iklan dibayar! Simple bukan?! Semakin banyak Anggota, makin banyak pula pendapatan yang akan AGLOCO dapatkan. Bukan itu saja, suatu saat Viewbar berencana akan ditambahkan: proteksi privasi, anti-spyware, proteksi terhadap phising, IM (Instant Messenger) dan voice communications antar anggota, RSS Feeds, broadcast communication, tips-tips keanggotaan dan fungsi-fungsi yang lain.


Jadi kuncinya adalah keterlibatan user. Saya sendiri melihat, bahwa semua itu bisa terjadi jika user terbodoh bisa melakukan aksi di Internet, bukan hanya membaca halaman-halaman web. Aksi user hanya bisa terjadi jika semuanya mudah. Mau komentar mudah. Mau bikin blog mudah. Mau lihat video atau dengerin musik mudah. Mau jadi member dan menambah teman di Friendster mudah. Anda tidak perlu paham programming atau web desain untuk melakukan itu semua. Anda bisa beraksi dan berbuat sesuatu di Internet, meski Anda tak memiliki pemahaman teknis. Jika Web 1.0 adalah mengenai diri kita sendiri, maka Web 2.0 adalah mengenai saling interaksi antara diri kita sendiri dan orang lain. Dan jika Web 1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web 2.0 adalah dunianya user. Karena itulah, user bisa membuat konten, yang menghasilkan istilah
user generated content.

Memang, Web 2.0 juga tidak melulu hanya soal kemampuan user berinteraksi, namun juga kemampuan aplikasi web yang saling berinteraksi dan berintegrasi. Makanya muncul pula terminologi mash-up tentang integrasi antar aplikasi web. Tak heran kemudian, Web 2.0 juga mulai diadopsi oleh aplikasi enterprise, tidak semata hanya oleh portal-portal komunitas B2C atau C2C saja, namun juga B2B seperti yang dilakukan oleh Salesforce.com dengan Appexchange-nya, atau kolaborasi BEA WebLogic dengan Google. Namun apapun, semua definisi akan bermuara pada hal yang sama tentang web sebagai platform, untuk menjalankan berbagai aplikasi, yang content-nya dinamis karena dikendalikan oleh user (manusia atau aplikasi lain).

Sederhananya: Web generasi kedua adalah “Dari Pengguna, Oleh Pengguna dan Untuk Pengguna!” Tidak jauh berbeda dengan AGLOCO.

Bagaimana dengan konsep web 3.0 yang terlebih dahulu telah direncanakan dengan AI (Artificial Intellegence/Kecerdasan Buatan) Web? Kita tunggu saja…

Dari: Berbagai Sumber.

Tidak ada komentar: